Merencanakan
bangun pagi untuk mencari alamat menjadi hal yang renyah bagiku. Pagi itu, Rabu
(3/4) aku akan menemui Pak Taruno salah satu anggota Dewan Pendidikan Jawa
Tengah di rumahnya. Sehari sebelumnya, aku membuat janji untuk bertemu. Awalnya
ia mengatakan “Wah aku banyak luar kota tuh mbak”. Ah, aku sudah biasa ketika
membuat janji dengan narasumber dan jawabannya seperti itu. Aku memetakan
dugaan-dugaan, pertama, ia tidak mau
diwawancarai. Barangkali sebutan wartawan dari media A sudah membuat telinga
narasumber tak nyaman. Ada semacam kekhawatiran-kekhawatiran akan pernyataan
yang dilontarkan misalnya ketika dipublis. Lebih-lebih gaya-gaya orang
pemerintahan. Mereka butuh ketika ada kegiatan dan untuk menyebarluaskan bahwa
mereka berkegiatan. Namun, jika diminta konfirmasi terkait suatu hal,
cepat-cepat menolak. Walau ini tidak semuanya lho.
Kedua, ia
punya lawan di media tersebut. Jadi haram hukumnya namanya tercantum. Ketiga, ia benar-benar sibuk dan tak ada
waktu luang untuk sekadar duduk berhadapan dengan wartawan. Aku lebih nyaman
ketika berbincang dengan narasumber itu bisa saling pandang gurat wajah dan
gesture tubuhnya. Di saat dia memberi penekanaan atau kelabaan saat mengungkap
pernyataan itu adalah hal yang asyik dipandang. Memahami pola-pola seperti ini
sedikit mengungkap asumsi mana penyataan jujur atau tidak jujur. Walau tidak
bisa seketika ditarik kesimpulan. Ah kamu Dar, senangnya pada kesimpulan.
Belajarlah proses demi proses yang senantiasa berkembang.
Lho,
aku itu ingin belajar nulis dari yang sekelibat juga lho. Menulis dan membaca
yang berat membutuhkan energi yang sebanding juga. Kali ini, aku tak terlalu
berenergi Dar. Aku putuskan untuk belajar seimbang. Dalam ajaran Budha selalu
mengajarkan untuk berlakulah seimbang dalam setiap lini kehidupan. Bahwa hati
dan pikiran adalah padu padan yang pas untuk menemu keseimbanga. Begitu Dar,
saat aku mencari alamat aku keblabasen dan lupa jalan pulang. Tapi hal yang
seperti itu yang selalu akan ku rindu dan senyum orang-orang yang ku temui akan
menjadi bayarannya. Aku belajar Dar, untuk mencari alamat tak perlu ragu-ragu,
jika ingin belok, belok saja dan bertanya. Jika ingin lurus, lurus saja dengan
mantap. Oke Dar, see you…
04 Mei 2015 | DM
0 comments:
Post a Comment