Sunday, May 10, 2015
Gagal Fokus
Posted on 7:43 PM by Unknown
Fokus dan kegagalan. Dua hal yang menjadi teman akrabku. Seperti saat ini, aku sedang dilanda gagal fokus. Biasanya, kalau begini aku akan mencari kesembuhan-kesembuhan dengan hal-hal konyol. Naik motor muter-muter tanpa tujuan, bahkan ujug-ujug sampai, "kog aku di sini?" Hwaaa... Menempuh perjalanan dengan rute baru, sengaja nyasar untuk menuju tempat tersebut. Bahkan hingga pernah muter-muter di bundaran hingga tiga kali tanpa sadar. Haa. Mencoba merem namun tetep gelisah. Mencoba memulai mengerjakan sesuatu namun justru bermalas-malasan melihat-lihatnya saja. Berbicara dengan senja. Menghirup udara pagi di loteng. Melakukan yoga haha-hihi. Menggambar walau jelek sekali. Mengarsir dengan pulas agar mood kembali normal. Memasak yang super pedes. Membuat sesuatu yang geje. Ngejahilin adekku. Bersih-bersihin rumah dan barang-barang. Pulang ke rumah dengan ngantuk-ngantuk di jalan, bahkan pernah hampir nabrak orang atau diklakson kenceng sama orang. Walau ini bahaya, tapi aku susah untuk menghindarinya biasanya aku berhenti di warung es kelapa muda atau apalah agar kesadaranku normal lagi. Ngantuk di perjalanan itu kenikmatan. Mending aku yang ngeboncengin, kalau aku yang bonceng waduh udah bablas. Arghh. Aku gagal fokus.
Begitulah. Bagiku, hal-hal macam itu adalah terapi untuk diri sendiri. Aku tak pernah tahu mana hari efektif dan weekend. Sebab, aku masih memperlakukannya sesuai kebutuhanku. Seperti saat ini, aku sedang di rumah bermalas-malasan. Padahal, ini hari senin, jika orang-orang menyebut ini adalah hari keramat dalam satu minggu. Halah. Atau sabtu kemarin justru aku seharin sibuk di ruang ber-ac (sebel sama ruangan ac) dan di depan laptop. Padahal orang-orang sedang berlibur. Hari-hariku, semau-mau aku. Haha.
Waktu adalah soal terapi untuk diri sendiri. Mempergunakannya dengan bijak adalah wujud penghargaan pada diri. Juga kenikmatan dalam hidup. Namun, jika sedang gagal fokus, itu adalah bagian dari secuil kenikmatan. Nikmatilah dan kembali lah untuk terus merajut ikhtiar agar tetap seimbang. Sebab, semesta diciptakan dengan keseimbangan yang tiada tara. Kali ini, sudah mulai sedikit 'rileks.' Oh ya, aku tahu aku cuma sedang sakau sebab dari kemarin aku tidak menulis apapun. Padahal, begitu banyak yang mestinya harus dialirkan. Seperti layaknya aliran darah. Menghirup udara panjang lalu lepaskan dengan pelan, lirih, dan keikhlasan jika sewaktu-waktu tak bisa lagi melakukannya. Lepas lepas lepas. :o)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment